Jumat, 24 Februari 2012

musa udah 4 bulan








Tak terasa waktu berjalan begitu cepat...begitu juga bagi si kecil Musa..kini ia sudah pandai membalikkan badan mungilnya....mulai berlatih merangkak..!!!...ah senangnya hati ini bercanda bersama musa kecil...Begitu juga dengan sang kakak: Adil...ia juga terlihat dah enjoy dengan adiknya....makasih ya dik ruroh,istriku nan sholihah yg tlah memberikan "generasi emas" bagi keluarga kita....

Rabu, 08 Februari 2012

Valentine Day..??? NO WAY...lah yaw..




Dan tentang "kasih sayang"-pun ISLAM sudah sempurna mengaturnya....*tidak perlu bersusah payah mengadopsi & mengekor budaya baru yang jelas-jelas bukan bagian dari ISLAM*^__^
------------------------------------------------------

1."Saling memberi hadiahlah kalian, niscaya kalian akan saling mencintai."

(HR. Al-Bukhari dalam Al-Adabul Mufrad no. 594, dihasankan Al-Imam Al-Albani rahimahullahu dalam Irwa`ul Ghalil no. 1601)

2."Saling berjabat tanganlah kalian, niscaya akan hilang kedengkian. Saling memberi hadiah lah kalian, niscaya kalian saling mencintai dan hilang (dari kalian) kebencian." (HR. Imam Malik).

3. “Barangsiapa yang tidak menyayangi manusia maka Allah tidak akan menyayanginya.” (Shahih, HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Jarir bin Abdullah )

4.“Hak orang muslim terhadap muslim lainya ada lima; menjawab salam, menjenguk orang yang sakit, mengantar jenazah, menjawab undangan dan menjawab orang yang bersin.” (Shahih, HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah )

5.“Barangsiapa yang memberikan kemudahan terhadap kesulitan saudaranya, niscaya Allah akan memberikan kemudahan baginya di dunia dan di akhirat.” (Shahih, HR. Muslim dari Abu Hurairah)

6.“Ada tujuh golongan yang Allah akan naungi pada hari dimana tidak ada naungan selain naungan-Nya: (1)Imam yang adil, (2)pemuda yang tumbuh dalam ibadah kepada Allah, (3)seorang laki-laki yang hatinya selalu terpaut dengan masjid, (4)dua orang yang saling MENCINTAI karena Allah yang mereka berkumpul karena-Nya dan juga berpisah karena-Nya, (5)seorang laki-laki yang dirayu oleh wanita bangsawan lagi cantik untuk berbuat mesum lalu dia menolak seraya berkata, “Aku takut kepada Allah,” (6)seorang yang bersedekah dengan diam-diam sehingga tangan kanannya tidak mengetahui apa yang disedekahkan oleh tangan kirinya, (7) dan seseorang yang berzikir/mengingat Allah dalam keadaan sendirian hingga dia menangis.” (HR. Al-Bukhari no. 600 dan Muslim no. 1031)

7.“Sesungguhnya Allah Ta’ala berfirman pada hari kiamat kelak, “Mana orang-orang yang saling MENCINTAI karena keagungan-Ku? Hari ini Aku naungi mereka dalam naungan-Ku, di mana tidak ada naungan pada hari ini selain naungan-Ku.” (HR. Muslim no. 1031)

8. “Allah Azza wa Jalla berfirman, “Wajiblah cinta-Ku bagi orang-orang yang saling MENCINTAI karena Aku, orang-orang yang saling bermajelis karena Aku, orang-orang yang saling mengunjungi karena Aku, dan orang-orang yang saling berkorban karena Aku.” (HR. Malik: 2/818 dan Ahmad no. 21021)

9.“Tidaklah beriman seseorang dari kalian sehingga dia MENCINTAI untuk saudaranya sebagaimana dia mencintai untuk dirinya sendiri”. (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

10. “Permisalan kaum mukminin dalam hal saling mencintai, mengasihi, dan menyayangi di antara mereka bagaikan satu tubuh. Apabila ada salah satu anggota tubuh yang merintih kesakitan, maka seluruh tubuhnya akan ikut merasakannya dengan cara terjaga (tidak bisa tidur) dan panas (demam).” (HR. Muslim)

11. “Cinta karena Allahl dan benci karena Allah adalah ikatan iman yang paling kuat.” (HR. Ath-Thabarani dan dihasankan Asy-Syaikh Albani dalam Ash-Shahihah no. 998)

12. “Barangsiapa yang ingin merasakan nikmatnya iman hendaknya TIDAK mencintai seseorang kecuali karena Allah .” (HR. Ahmad. Dihasankan oleh Asy-Syaikh Albani dalam Shahihul Jami’ no. 6164)

13. Datang seseorang kepada Nabi Shallallahu 'alayhi wasallam dan berkata, “Wahai Rasulullah, seseorang mencintai satu kaum namun tidak bisa menyamai amalan mereka?” Rasulullah Shallallahu 'alayhi wasallam berkata:
الْمَرْءُ عَلَى مَنْ أَحَبَّ
“Seseorang akan bersama orang yang dicintainya.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

14. “Kalian tidak akan masuk surga hingga beriman dan tidak sempurna iman kalian hingga saling mencintai. Maukah aku kabarkan satu amalan jika kalian amalkan kalian akan saling mencintai? (Yakni) Sebarkan salam di antara kalian.” (HR. Muslim no. 54)

* SAY NO TO VALENTINE's DAY !!..*
di COPAZ dari : https://www.facebook.com/ummuhana.hermi

Senin, 06 Februari 2012

Wahai bunda perhatikanlah ananda...


Klikdokter.com - Layaknya sebuah pohon, manusia merupakan salah satu mahluk yang bertumbuh kembang dan bereproduksi secara terus menerus dimana perkembangannya juga dipengaruhi oleh berbagai macam faktor luar. Begitu pun dengan bayi yang baru lahir, mereka bertumbuh kembang dengan pesat dan sangat rentan dengan lingkungan sekitar sehingga membutuhkan perlindungan lebih secara menyeluruh.
Perkembangan organ dalam bayi yang belum sempurna juga perlu menjadi perhatian khusus seperti memastikan hanya pemberian ASI ekslusif minimal 6 bulan setelah kelahiran, bahkan dianjurkan meneruskan ASI apabila ibu sanggup karena ASI telah terbukti secara nyata sebagai anti bodi bayi terhadap berbagai penyakit dikemudian hari.
Salah satu cara melihat perkembangan bayi sehat, yaitu melalui penambahan panjang dan berat tubuh dengan rata-rata kenaikan normal sebagai berikut:
  • Usia 0 – 6 bulan, bayi akan bertambah tingginya sekitar 0.5 hingga 2.5 cm perbulan diiringi dengan penambahan berat badan sekitar 140 – 200 gr. Dimana pada usia 5 bulan, berat badan bayi harus sudah dua kali lebih berat dibandingkan berat saat lahir.
  • Usia 6 – 12 bulan, bayi mampu berkembang sekitar 1cm per bulannya dengan penambahan berat badan 85 hingga 140 gr per minggu. Pada usia 1 tahun, berat badan bayi sudah mencapai 3 kali dari berat badan kelahiran.
Perkembangan bayi merupakan indikasi yang baik dalam menentukan bahwa bayi dalam keadaan sehat. Sedangkan kurang berkembang dan tidak seimbangnya pertumbuhan pada bayi, dapat dianggap sebagai masalah. Sehingga perlunya kesigapan para orang tua dalam memperhatikan, memelihara serta melindungi bayi misalkan dengan memberikan perawatan khusus akan kulit bayi yang mempunyai hubungan langsung dengan semakin memanjang dan membesarnya tubuh bayi.
Karakteristik perkembangan tubuh bayi yang perlu menjadi perhatian orang tua dalam menjaga dan memelihara dengan pemberian perawatan khusus adalah sebagai berikut:
Usia 0 – 6 bulan,
  • Kulit bayi baru lahir masih terlihat banyak lipatan-lipatan yang memungkinkan terjadinya penumpukan kotoran, sehingga perlunya perhatian khusus dalam membersihkan bagian tersebut secara rutin tanpa menyebabkan iritasi.
  • Kulit bayi yang belum beradaptasi dengan lingkungan luar yang kering dibandingkan saat mereka dikandungan, menjadikan kulit mereka rentan akan kelembaban. Terlebih lagi karena mudahnya bakteri berkembang biak pada kulit kering, sehingga perlu memastikan kulit bayi selalu tetap terjaga kelembabannya.
  • Organ dalam pada tubuh bayi masih belum berkembang dengan sempurna pada awal kelahiran, begitu pula dengan gerak refleks bayi. Salah satunya adalah ketidak mampuan bayi menutup mata sebagai tindakan pencegahan. Sehingga perlu kewaspadaan orang tua dalam menanggulangi hal tersebut misalkan dengan menggunakan formula tidak pedih dimata saat membersihkan bagian wajah bayi.
Usia 6 – 12 bulan

  • Dengan semakin sempurnanya organ dalam tubuh bayi usia 6 bulan keatas, menjadikan produksi keringat pada tubuh pun telah sempurna. Hal ini menjadikan ancaman kotoran pada kulit bayi tidak hanya karena terkontaminasi faktor luar, namun juga akibat dikeluarkannya kotoran tubuh melalui keringat. Sehingga memandikan bayi secara rutin dan menyeluruh sudah menjadi keharusan.
  • Perlunya tetap menjaga kelembaban kulit bayi yang tidak hanya terkikis oleh udara kering di sekitar namun juga akibat dari proses mandi, hingga proses terkenanya kulit secara langsung pada lantai atau benda-benda lain akibat usaha mereka untuk terus aktif dalam belajar merangkak hingga berjalan.
  • Semakin jelas kemunculan gigi susu pada bayi, juga menjadi faktor pentingnya usaha orang tua menjaga kesehatan gigi dan gusi sejak dini sehingga menjadi kuat dan tidak berlubang dengan rajin membersihkan tiap hari

Kenapa gak boleh maulidan??

Sebelum terlontar ucapan ini ----> " Ah, kenapa maulidan ga boleh, yang penting khan niat-nya baik"... 
Ada baiknya baca dulu yang ini nii....

1. Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
"Barangsiapa yang mengadakan suatu (perkara) YANG BARU yang TIDAK ada dalam urusan (syari'at) agama kami, maka amalan itu TERTOLAK ".

Dalam riwayat Imam Muslim, “Barangsiapa mengamalkan suatu amalan yang TIDAK atas dasar urusan (syari'at) kami, maka amalan tersebut TERTOLAK".

2. dari hadits Anas Radhiyallahu 'anhu ia berkata : Rasulullah Sallallahu 'alaihi wasallam bersabda :

yang artinya : Benar-benar suatu kaum dari umatku akan ditolak dari telaga sebagaimana unta asing ditolak (dari kerumunan unta)”, maka aku berkata : “Ya Allah itu adalah umatku”, maka dikatakan : “Sesungguhnya engkau tidak mengetahui apa yang mereka ADA-ADAKAN sepeninggalmu”. [Hadits riwayat Bukhari dan Muslim]

3. Imam Malik -rahimahullah- berkata : 

“Barangsapa berbuat suatu perkara baru (kebid’ahan) dalam agama Islam yang ia PANDANG BAIK maka sungguh ia menyangka bahwa Muhammad telah mengkhianati risalah, karena Allah berfirman : “Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu ni`mat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu”(Al Maidah 3). Maka apa saja yang pada WAKTU ITU BUKAN agama, maka tidaklah pula pada hari ini dianggap sebagai agama, dan tidak akan baik akhir umat ini melainkan dengan apa yang baik pada umat yang awal (para sahabat).”

4. Abu Musa Al As’ari Radhiyallahu 'anhu memasuki masjid Kufah, lalu didapatinya di masjid tersebut terdapat sejumlah orang membentuk halaqah-halaqah (duduk berkeliling). Pada setiap halaqah terdapat seorang Syaikh, dan didepan mereka ada tumpukan kerikil, lalu Syaikh tersebut menyuruh mereka (yang duduk di halaqah) : “Bertasbihlah (ucapkan subhanallah) seratus kali!”, lalu mereka pun bertasbih (menghitung) dengan kerikil tersebut. Lalu Syaikh itu berkata kepada mereka lagi : “Bertahmidlah (ucapkan alhamdulillah) seratus kali!” dan demikianlah seterusnya ……

Maka Abu Musa Radhiyallahu 'anhu mengingkari hal itu dalam hatinya dan ia tidak mengingkari dengan lisannya. Hanya saja ia bersegera pergi dengan berlari kecil menuju rumah Abdullah bin Mas’ud, lalu iapun mengucapkan salam kepada Abdullah bin Mas’ud, dan Abdullah bin mas’ud pun membalas salamnya. Berkatalah Abu Musa kepada Ibnu Mas’ud : “Wahai Abu Abdurrahman, sungguh baru saja saya memasuki masjid, lalu aku melihat sesuatu yang aku mengingkarinya, demi Allah tidaklah saya melihat melainkan kebaikan. Lalu Abu Musa menceritakan keadaan halaqah dzikir tersebut.

Maka berkatalah Ibnu Mas’ud kepada Abu Musa : “Apakah engkau memerintahkan mereka untuk menghitung kejelekan-kejelekan mereka? Dan engkau memberi jaminan mereka bahwa kebaikan-kebaikan mereka tidak akan hilang sedikitpun?!” Abu Musa pun menjawab : “ Aku tidak memerintahkan suatu apapun kepada mereka”. Berkatalah Ibnu Mas’ud : “Mari kita pergi menuju mereka”.

Lalu Abu Mas’ud mengucapkan salam kepada mereka. Dan mereka membalas salamnya. Berkatalah Ibnu Mas’ud :“Perbuatan apa yang aku lihat kalian melakukannya ini wahai Umat Muhammad?” mereka menjawab : “Wahai Abu Abdurrahman, ini adalah kerikil yang digunakan untuk menghitung tasbih, tahmid, dan tahlil, dan takbir”. Maka berkatalah Ibnu Mas’ud : “Alangkah cepatnya kalian binasa wahai Umat Muhammad, (padahal) para sahabat masih banyak yang hidup, dan ini pakaiannya belum rusak sama sekali, dan ini bejananya belum pecah, ataukah kalian ingin berada diatas agama yang lebih mendapat petunjuk dari agama Muhammad ? ataukah kalian telah membuka pintu kesesatan? Mereka pun menjawab : “Wahai Abu Abdurrahman, demi Allah tidaklah kami menginginkan MELAINKAN KEBAIKAN”. Abu Mas’ud pun berkata :

"Berapa banyak orang yang menginginkan KEBAIKAN akan tetapi mereka TIDAK mendapatkannya”.

Berkata Amru bin Salamah : “Sungguh aku telah melihat umumnya mereka yang mengadakan majelis dzikir itu memerangi kita pada hari perang “An Nahrawan” bersama kaum Khawarij”. (Riwayat Darimi dengan sanad shahih)

5. Diantara kaidah ahli ilmu yang telah ma’ruf ialah bahwa “Perbuatan baik ialah yang dipandang baik oleh syari’at dan perbuatan buruk ialah apa yang dipandang buruk oleh syari’at.”
[Tanbîhu Ulil Abshâr, Syaikh Shâlih as-Suhaimi.]

*semoga bisa menjadi pencerahan & jalan hidayah untuk kita semua.. Wallahu ta'ala a'lam..*
sumber: status facebook ukhti hermi putriati di https://www.facebook.com/ummuhana.hermi/posts/351436101540741